Syajaratul Khuldi: Tafsir Simbolik tentang Hasrat Seksual danTransformasi Eksistensi Manusia
Keywords:
Syajaratul Khuldi; Tafsir Al-Qur’an; Tafsir Simbolik; Hasrat Manusia; Transformasi EksistensiAbstract
Kisah Nabi Adam dan Hawa merupakan salah satu narasi penting dalam Al-Qur’an yang membahas asal-usul keberadaan manusia, hubungan manusia dengan Allah, serta proses terbentuknya kesadaran manusia. Salah satu unsur penting dalam kisah tersebut adalah Syajaratul Khuldi (pohon keabadian) yang memiliki beragam pemaknaan dalam tradisi tafsir klasik maupun kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik Syajaratul Khuldi melalui kajian komparatif antara penafsiran mufassir klasik dan kontemporer, khususnya berkaitan dengan konsep hasrat manusia, kesadaran tubuh, dan transformasi eksistensi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui metode tafsir muqāran (komparatif). Sumber utama penelitian berasal dari kitab-kitab tafsir klasik seperti Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibn Kathīr, dan Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān karya al-Qurṭubī, serta tafsir kontemporer seperti Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan The Message of the Qur’an karya Muhammad Asad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mufassir klasik cenderung memahami Syajaratul Khuldi sebagai simbol larangan Allah, ujian ketaatan manusia, dan kelemahan manusia dalam menghadapi godaan. Sementara itu, mufassir kontemporer mengembangkan pemaknaan tersebut dengan melihat Syajaratul Khuldi sebagai simbol keinginan manusia, kesadaran diri, kebebasan memilih, serta tanggung jawab moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Syajaratul Khuldi tidak dapat dipahami secara literal sebagai simbol hubungan seksual, melainkan sebagai simbol transformasi manusia dalam memahami tubuh, hasrat, keterbatasan, dan tanggung jawab eksistensialnya sebagai makhluk Allah.
Downloads
References
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Ṭabarī, Abū Ja‘far Muḥammad ibn Jarīr. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2000.
Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.
Asad, Muhammad. The Message of the Qur’an. Gibraltar: Dar al-Andalus, 1980.
Rahman, Fazlur. Major Themes of the Qur’an. 2nd ed. Chicago: University of Chicago Press, 2009.
Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.
Al-Qurṭubī, Muḥammad ibn Aḥmad. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2006.
Izutsu, Toshihiko. Ethico-Religious Concepts in the Qur’an. Montreal: McGill-Queen’s University Press, 2002.
Abu Zayd, Nasr Hamid. Rethinking the Qur’an: Towards a Humanistic Hermeneutics. Amsterdam: Humanistics University Press, 2004.










