Talak Tiga dengan Sekali Lafadz Menurut Ulama Tafsir
Kajian Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 229-230
Abstract
Talak tiga sekali lafadz adalah pernyataan cerai yang diucapkan suami kepada istri dalam satu waktu atau satu majelis dengan tiga kali lafadz talak. Praktik ini sering terjadi di masyarakat Muslim dan menimbulkan kontroversi dalam hukum Islam, khususnya terkait keabsahan dan dampak hukumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan para ulama tafsir terhadap fenomena talak tiga sekaligus berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 229–230. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tafsir tahlīlī, yakni pendekatan analitis yang membahas ayat secara rinci berdasarkan susunan dalam mushaf, termasuk asbāb al-nuzūl, makna lafaz, dan kandungan hukumnya. Adapun rujukan utama dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Misbah, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurtubi, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir al-Tabari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendapat di kalangan mufassir. Sebagian ulama klasik seperti Ibnu Katsir dan al-Tabari memandang bahwa talak tiga dalam satu lafadz adalah sah dan langsung berakibat talak bain kubra. Sementara itu, Quraish Shihab melalui Tafsir Al-Misbah menekankan pentingnya maqāṣid al-syarī’ah dan keadilan dalam hukum talak, serta menyarankan agar proses talak dilakukan secara bertahap sebagaimana diatur Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa talak tiga sekaligus menyimpang dari prosedur ideal talak dalam Islam, sehingga diperlukan regulasi serta edukasi hukum keluarga demi mencegah dampak yang merugikan pihak perempuan.
Downloads
References
Abd Muhaimin A. W., Hukum Perkawinan dalam Tafsir Al-Qur'an al-‘Azhim (Jakarta: GP Press), 2009
Abi Daud Sulaiman. Sunan Abi Daud. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996.
Abidin, Slamet, dan Aminuddin. Fiqih Munakahat 2. Bandung: CV Pustaka Setia, 1999.
Abū Dāwūd. Sunan Abī Dāwūd. Edited by Muḥammad Muḥyī al-Dīn ʿAbd al-Ḥamīd. Beirut: Dār al-Fikr, n.d.
Al-Jaziri. Kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah. 4 vols. Beirut: Dar al-Fikr, 2003.
Al-Qurṭubī. Tafsīr al-Qurṭubī: al-Jāmi’ li-Aḥkām al-Qur’ān. Edisi kedua. Jilid 3. Kairo: Perpustakaan Nasional Mesir, 1384 H/1964 M.
Al-Ṭabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. Tafsir al-Ṭabari: Jāmi’ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān. Jilid 4. Kairo: Dār Hijr, 1422 H/2001 M.
Az-Zuhaili, Wahbah. At-Tafsîr al-Munîr fî al-Syarî’ah wa al-‘Aqîdah wa al-Manhaj. Jilid 2. Damaskus: Dar al-Fikr; Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’âsir, 1411 H/1991 M.
Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqh Islam wa Adilatuhu. Terjemahan oleh Abdul Hayyie al-Kattani. Jilid 9. Jakarta: Gema Insani dan Darul Fikri, t.t
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Nala Indah, 2006.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: CV Toha Putra, 1986.
Hariyadi, Riski. “Implementasi Peraturan Talak dan Rujuk di Indonesia: Perspektif Surah Al-Baqarah Ayat 228, 229 dan 230.” Medina-Te: Jurnal Studi Islam 19, no. 2 (2023)
Ibnu Hajar al-Asqalani. Bulughul Maram. Jakarta: Pustaka Assalam, t.t.
Ibnu Katsir, Imam Abi Al-Fida’ Al-Hafiz. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Jilid 1. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1971.
Ibnu Qasim al-Ghazi al-Bajuri. Fathul Qorib. Jilid 2. Surabaya: Nurul Hadi, n.d.
Ibnu Rusyad. Bidayatul Mujtahid. Jilid 2. Jakarta: Pustaka Azzam, 2000.
Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid (Jakarta: Pustaka Amani), 1995
Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.
Mardalis. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara, 2002.
Mughniyah, Muhammad Jawwad. Fikih Lima Mazhab. Jakarta: Lentera, 2011.
Muzammil, Iffah. Fiqh Munakahat: Hukum Pernikahan dalam Islam. Tangerang: Tira Smart, 2019.
Nasution, Rusli Halil. "Talak Menurut Hukum Islam." Jurnal Ilmiah Al-Hadi, 2018.
Nasution, S. Metode Research: Penelitian Ilmiyah. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Sabiq, Sayyid. Fikih Sunnah. Jilid 4. Jakarta: Al-Ma’arif, 2009.
Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jilid 1. Jakarta: Lentera Hati, 2001.
Syarifah, Masykurotus, dan Mohammad Suad. “Talak Tiga Sekaligus Perspektif Syekh Wahbah Al Zuhayli dan Kompilasi Hukum Islam.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 2022.
Syattha, Abu Bakar Usman bin Muhammad. I’ānatut Ṭālibīn. Jilid 4. Surabaya: Maktabah Imāratullāh, t.t.
Wati, R. Hukum Talak Tiga Sekaligus Perspektif Yusuf Al-Qaradhawi dalam Konteks Kekinian (Analisis Teori Sadd al-Zari’ah). Skripsi. UIN Ar-Raniry, 2021.










