Formulasi Parameter Jeulamee Proporsional Di Aceh Utara Berbasis ‘Urf Dan Maqāṣid Al-Syarī‘ah

Authors

  • Miswanda Ma'had 'Aly Babussalam al-Hanafiyyah, Aceh Utara. Indonesia Author
  • Sirajuddin Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia Author
  • Marhaban Habibi Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia Author

Keywords:

Jeulamee; ‘Urf; Maqāṣid al-Syarī‘ah; Mahar; Aceh Utara

Abstract

Jeulamee merupakan bentuk aktualisasi mahar dalam tradisi perkawinan masyarakat Aceh yang memiliki fungsi keagamaan, sosial, dan kultural. Dalam perkembangannya, penetapan jeulamee pada konteks tertentu tidak hanya berkaitan dengan kewajiban mahar, tetapi juga berinteraksi dengan pendidikan, pekerjaan, kondisi ekonomi, keturunan, dan status sosial keluarga, sehingga menimbulkan persoalan mengenai batas proporsionalitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan jeulamee sebagai ‘urf dalam hukum perkawinan Islam, mengidentifikasi problem proporsionalitasnya di Aceh Utara berdasarkan penelitian empiris terdahulu, serta merumuskan parameter jeulamee proporsional berbasis ‘urf dan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif dan sosio-legal. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, literatur fikih dan uṣūl al-fiqh, kajian maqāṣid al-syarī‘ah, serta hasil penelitian empiris terdahulu mengenai mahar di Aceh, kemudian dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, komparasi, dan sintesis maqāṣid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeulamee dapat dikategorikan sebagai ‘urf ṣaḥīḥ sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariat dan tetap melindungi hak perempuan. Proporsionalitas jeulamee tidak ditentukan semata-mata oleh tinggi-rendahnya nominal, tetapi oleh hubungan antara hak perempuan, kemampuan ekonomi, kesepakatan, dan dampaknya terhadap perkawinan. Penelitian ini menghasilkan enam parameter evaluatif, yaitu validitas ‘urf, perlindungan hak perempuan, kemampuan ekonomi, keberlangsungan perkawinan, kesepakatan dan keadilan, serta kemudahan dan ketiadaan pembebanan berlebihan. Model tersebut menawarkan kerangka konseptual untuk mempertahankan jeulamee sebagai identitas adat sekaligus mengarahkannya pada kemaslahatan perkawinan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Miswanda, Ma'had 'Aly Babussalam al-Hanafiyyah, Aceh Utara. Indonesia

    Ma'had 'Aly Babussalam al-Hanafiyyah, Aceh Utara. Indonesia

  • Sirajuddin, Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia

    Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia

  • Marhaban Habibi, Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia

    Ma'had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Indonesia

References

A. Samad, Sri Astuti, and Munawwarah Munawwarah. “Adat Pernikahan Dan Nilai-Nilai Islami Dalam Masyarakat Aceh Menurut Hukum Islam.” El-USRAH: Jurnal Hukum Keluarga 3, no. 2 (August 18, 2020): 289. https://doi.org/10.22373/ujhk.v3i2.7716.

Abdullah, Muhammad Ikhsan. “Mahar Emas Dalam Pernikahan Adat Masyarakat Aceh Pidie.” At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah 10, no. 2 (2022): 54–59. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v10i2.280.

Al-Qur’an Kemenag.” Accessed January 18, 2025. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/33?from=1&to=73.

Al-Syatibi, Abu Ishaq Ibrahim. “Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Syariah.” Al-Mamlakah Al-Arabiah As-Su’udiah. madinah, n.d.

Al-Zuhayli, Wahbah. Ushul Al-Fiqh Al-Islami. Vol. 2. Damaskus: Dar al-Fikr, 2019.

Auda, Jasser. Maqasid Al-Shariah As Philosophy Of Islamic Law: A Systems Approach. The International Institute of Islamic Thought. london: the international institute of islamic thought, 2007.

Ibn Ashur, Muhammad al-Tahir. Treatise on Maqasid Al-Shariah. Herndon: International Institute of Islamic Thought, 2006.

Inpres No. 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam - JDIH BPK.” Accessed September 28, 2026. https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991.

Jalaluddin al-Suyuthi. Al-Asybah Wannazhair. Surabaya: al-haramaini, 2008.

Khalil, Muhammad, Aten Kuswendi, and Susi Kusmawaningsih. “Pengaruh Modernisasi Terhadap Praktik Mahar Dalam Masyarakat.” Syariahku: Jurnal Hukum Keluarga 1, no. 2 (2025): 15–24. https://e-journal.uin-al-azhaar.ac.id/index.php/syariah/article/view/868.

Khallaf, Abdul Wahhab. ’Ilm Ushul Al-Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam, 2018.

M. R., M. Husen, Hamdani Hamdani, and Ratri Candrasari. “Tradisi Dan Status Sosial Dalam Penetapan Mahar Perkawinan Di Gampong Mamplam Aceh Utara.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) 3, no. 1 (June 14, 2022): 32–41. https://doi.org/10.29103/jspm.v3i1.6224.

Miswanda, Muhammad Syahrial Razali, and Safriadi. “The Reconstruction of the Mahar Tradition in North Aceh from the Perspective of Maqāṣid Al-Syarī‘ah: The Dialectic between Customary Law and Islamic Law.” Jurnal Ikhtibar Nusantara 5, no. 1 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v4i2.512.

Pasal 30 KHI — Kompilasi Hukum Islam — Lampiran Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam | Pengacara-Ku — Riset Hukum.” Accessed September 28, 2026. https://pengacaraku.co.id/peraturan/khi/pasal-30?utm_source=chatgpt.com.

Tohari, Ilham, and Moh. Kholish. “Maqasid Syariah Sebagai Pijakan Konseptual Dalam Pembaruan Hukum Keluarga Islam Indonesia.” Arena Hukum 13, no. 02 (August 31, 2020): 314–28. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2020.01302.7.

Zulkhairi, T., Hajar, I., Safriadi, S., Marzuki, M., & Saifullah, S. (2024). Baḥtsul Masāil at a traditional Islamic educational institution in Aceh: Teungku Dayah's contribution to the development of Islamic law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 8(1), 579–601. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i1.17408

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Formulasi Parameter Jeulamee Proporsional Di Aceh Utara Berbasis ‘Urf Dan Maqāṣid Al-Syarī‘ah. (2026). Jurnal Ilmiah Tibyan : Kajian Tafsir Dan Ilmu Keislaman, 1(1). https://journal.mahadalybbsalhanafiyyah.ac.id/index.php/tibyan/article/view/3